Bahan ajar materi kemagnetan
A. Tujuan
pembelajaran
1.
Siswa dapat menyebutkan pengertian magnet dengan
benar
2.
Siswa dapat mengetahui sejarah mengenai magnet
tersebut
3.
Siswa dapat mengetahui apa saja bahan penyusun
magnet
B. Materi
ajar
Magnet
1.
Pengertian
Medan Magnet adalah daerah disekitar
magnet,magnet terdiri dari dua kutub yaitu utara (U) dan selatan (S). Jika
Magnet dipotong beberapa bagian sampai bagian terkecilpun akan memiliki kutub
utara (U) dan Selatan (S), magnet juga digunakan pada jarum kompas sebagai penunjuk
arah dan dapat juga dihubungkan dengan kumparan solenoid
2.
Sejarah magnet
Kata
magnet (magnit) berasal dari bahasa Yunani magnítis líthos yang berarti
batu Magnesian. agnesia adalah nama sebuah wilayah di Yunani pada masa
lalu yang kini bernama Manisa (sekarang berada di wilayah Turki) di mana
terkandung batu magnet yang ditemukan sejak zaman dulu di wilayah tersebut.
Magnet sudah ditemukan sejak 2500 tahun Sebelum Masehi. Cleopatra, ratu mesir,
merupakan orang yang pertama kali menggunakan magnet untuk menjaga kesehatan.
Ratu Cleopatra tidur di batu yang mengandung magnet untuk menjaga agar selalu
kelihatan awet muda dan cantik. Magnet juga dipakai di Cina dari sekitar 2000
SM, dipadukan dengan reflexology dan akupuntur. Doctor dari Inggris juga Dr
William Gilbert membuat penelitian mengenai elektrik dan magnetisme. Dia
mengeluarkan satu dari buku pertamanya mengenai terapi magnetic yang disebut
“De Magnet”. . Pekerjaannya masih digunakan sebagai dasar dan perawatan
magnetic saat ini. Hans Christian Oestred Tahun 1777 asal kopenhagen
adalah orang yang pertama kali menemukan jarum yang digunakan sebagai penunjuk
arah alias kompas Dan relasi magnet dengan arus listrik.
3.
Pembahasan Magnet
Karena
magnet dapat dihubungkan dengan arus listrik dan yang dilakukan untuk
mengetahui arah medan magnet digunakanlah arus listrik tersebut, yang dapat
juga disebut
“Kaidah Tangan Kanan”, kaidah tangan kanan sendiri adalah perumpamaan antara arus listrik dan arah medan magnet dengan menggunakan tangan kanan kita sebab itulah disebut dengan kaidah tangan kanan, berikut penjelasanya.
“Kaidah Tangan Kanan”, kaidah tangan kanan sendiri adalah perumpamaan antara arus listrik dan arah medan magnet dengan menggunakan tangan kanan kita sebab itulah disebut dengan kaidah tangan kanan, berikut penjelasanya.
a) Ibu
Jari (jempol) merupakan arah arus listrik yang mengalir pada penghantar kawat.
b) 4
jari tangan kanan lainnya adalah arah medan magnet.
Rumus
Perhitungan Medan Magnet
B
= Medan Magnet (Tesla)
K
= Ketetapan (Konstanta) 2 X 10-7
a
= r = Jarak (Meter)
I
= Arus Lisitrik (Ampere)
4.
Bahan Medan Magnet
Penyusun
medan magnet ada tiga (3) jenis, yaitu :
a) Diamagnetik
Adalah bahan resultan atom atau
molekulnya adalah 0 (nol) tetapi medan magnet akibat orbit atau putaran tidak 0
(nol). Jika diberi magnet dari luar maka elektron akan mengubah geraknya
sehingga arahnya berlawanan dengan medan magnet luar tersebut.
Medan magnet jika dihubungkan dengan
selonoida maka akan timbul induksi magnet yang keluar sehingga bahan tersebut
tidak dapat ditarik oleh magnet. Contoh : Logam Perak, Logam Emas , Bismut
b) Paramagnetik
Adalah bahan resultan atom atau
molekulnya adalah 0 (nol) tetapi pembentuk atom-atom molekulnya adalah 0 (nol),
jika medan magnet dihbungkan dengan magnet dari luar maka atom atau
molekul akan berusaha untuk searah dengan medan magnet dari luar, jika bahan
ini dihubungkan dengan selonoida akan menghasilkan induksi magnet yang lebih
besar karena (Mu >> Mu0).
Mu = Permeabilitas
Mu0 = Ruang Hampa Magnet (Vakum)
Contoh : Magnesium (Mg)
c) Feromagnetik
Bahan atau
resultan atom atau molekulnya sangat besar jika diberi magnet dari luar maka
elektron-elektronnya akan searah dengan magnet luar tersebut dan mempunyai
sifat kemagnetan yang tinggi dan sangat besar, sehingga dapat digunakan sebagai
sumber magnet permanen dan jika dihubungkan dengan selonoida akan menghasilkan
induksi magnet yang besar, karena ( Mu >> Mu0) Contoh : Logam Besi ,
Logam Baja , Silikon
C. Referensi
Bob Foster, 2007, Fisika SMA XI, Erlangga. Jakarta
Goris Stefanus Yohanes, 2004, Fisika SMA XI, Grasindo
Marten Kanginan, 2004, Fisika SMA 2A, Erlangga. Jakarta